Menjaga Hidup Tetap Sehat dan Semangat

Dengan berolahraga metabolisme tubuh menjadi lancar sehingga distribusi dan penyerapan nutrisi dalam tubuh menjadi lebih efektif dan efisien.

HOME : a Film by Yann Arthus-Bertrand

JANGAN PIKIRKAN LAGI APA YANG SUDAH HILANG TAPI FOKUSLAH PADA APA YANG BISA KITA LAKUKAN SEKARANG.

Mengelola Air Limbah Kita

Kegiatan pengelolaan dan pengolahan air limbah merupakan suatu bentuk tindakan kebertanggungjawaban kita kepada alam. Manusia berhak untuk mengambil segala sesuatu dari alam dengan bijak dan menjaganya juga dengan bijak.

Mereduksi Sampah Organik

Komposter merupakan teknologi sederhana untuk mereduksi timbulan sampah di sumber.

Terima Kasih Guruku

Mereka orang-orang yang berbagi kebaikan itu telah hadir di dunia ini sebagai orang yang terhormat, di mata Tuhan dan di mata manusia

Jumat, 12 Oktober 2012

Pengelolaan - Pengolahan Air Limbah



 KOLAM STABILISASI ( Lin, 2007 )
S
ecara terminologi kolam stabilisasi, lagoon, dan kolam oksidasi memiliki maksud yang sama. Metode yang memanfaatkan cekungan tanah ini dimanfaatkan sebagai cara untuk pengolahan sekunder atau tersier. Kolam stabilisasi ini telah diaplikasikan untuk mengolah air limbah selama lebih dari 300 tahun. Kolam banyak dipilih untuk mengolah limbah yang berkapasitas kecil karena hanya membutuhkan biaya konstruksi dan operasi yang rendah. Metode ini digunakan untuk mengolah air limbah dari limbah domestik dan industri pada berbagai perubahan kondisi cuaca. Metode kolam dapat digunakan sebagai pengolahan tunggal ataupun dikombinasikan dengan berbagai proses pengolahan lainnya.



Kolam stabilisasi dapat diklasifikasikan menjadi kolam fakultatif (aerob-anaerob), kolam aerasi, kolam aerobik, dan kolam anaerobik yang didasarkan pada tipe reaksi atau aktivitas biologi yang sering terjadi di dalam kolam. Pengelompokan lain juga dapat dilakukan berdasarkan jenis influen (eflluen yang belum terolah, telah tersaring, telah diendapkan, atau eflluen yang berasal dari pengolahan sekunder (seperti lumpur akif)), lama pengurasan (tidak diemisikan, menengah, atau terus menerus), dan berdasarkan proses pemberian oksigen (dari proses fotosintesis, dari udara dipermukaan, atau aerasi mekanis).
1.   Kolam Fakultatif (Facultative Ponds)
Kolam fakultatif merupakan jenis kolam stabilisasi yang biasanya banyak digunakan. Kolam ini disebut sebagai lagoon. Kedalaman kolam fakultatif biasanya adalah 1,2-2,5 m (4-8 ft) yang memiliki lapisan aerob dan anaerob dan mengandung lumpur. Waktu detensi pada kolam ini biasanya adalah 5-30 hari (USEPA, 1983b).
Kolam ini dapat diaplikasikan pada air buangan yang hanya melewati proses penyaringan. Kolam ini juga dapat diaplikasikan mengikuti proses trickling filter, kolam aerasi, atau kolam anaerobik. Pada kolam ini kemudian terbentuk lapisan grit dan material yang berat  sebagai lapisan anaerobik. Sistem ini merupakan suatu bentuk interaksi antara bakteri heterotrof dan alga.
Pada kolam stabilisasi, bakteri yang terdapat di zona aerob merupakan bakteri yang sama yang dapat dijumpai pada proses lumpur aktif atau lapisan film pada media lekat di proses trickling filter. Bakteri-bakteri tersebut meliputi Beggiatoa Alba, Sphaerotilus natans, Achromobacter, Alcaligenes, Flavobacterium, Pseudomonas, dan Zoogloea spp. (Lynch dan Poole, 1979). Organisme-organisme tersebut akan menguraikan material organik pada zona aerob.
Kandungan organik dalam air limbah terurai oleh aktifitas bakteri dan melepaskan fospor, nitrogen, dan karbondioksida. Oksigen yang dibutuhkan pada proses aerob berasal dari udara luar dan hasil dari proses fotosistesis. Pada proses fotosintesis alga menggunakan nutrien dan karbondioksida yang dihasilkan bakteri sehingga menghasilkan oksigen yang akan terlarut di dalam air. Oksigen terlarut tersebut digunakan kembali oleh bakteri. Hal ini menunjukkan terjadinya hubungan keduanya yang terbentuk dalam sebuah siklus. Di bagian bawah kolam, di zona anaerob dihasilkanlah gas-gas seperti metan(CH4), karbondioksida (CO2), dan hidrogen sulfida (H2S). Diantara zona aerob dan anaerob terdapat suatu zola lapisan yang disebut sebagai zona fakultatif (facultative zone). Suhu merupakan faktor utama yang mempengaruhi aktifitas simbiosis biologi tersebut.
Beban organik (organik loading rates) pada kolam stabilisasi dinyatakan dalam kg BOD5 per ha permukaan kolam per hari (lb BOD/acre.d), atau terkadang dinyatakan sebagai populasi ekivalen BOD per unit luas. Nilai tipikal loading rates adalah 22-26 kg BOD/ha.d (20-60 lb BOD/acre.d). Waktu detensi tipikal yang digunakan adalah 25 hingga 180 hari. Sedangkan dimensi tipikal yang sering digunakan adalah kedalaman 1,2-2,5 m (4-8 ft) dengan luas area 4-60 ha (10-150 acres) (USEPA, 1983b).
Kolam fakultatif biasanya dirancang untuk menurunkan nilai BOD menjadi sekitar 30 mg/L, tetapi, dalam prakteknya, penurunan nilai BOD berkisar dari 30 sampai 40 mg/L atau lebih tergantung dari kandungan ganggang. Penguraian zat organik yang mudah menguap berkisar antara 77-96%. Penurunan kadar Nitrogen mencapai 40-95%. Setelah diamati kadar phophorus berkurang menjadi < 40%. Nilai TSS efluen berkisar 40-100 mg/L, terutama ditentukan oleh kandungan ganggang (WEF dan ASCE, 1991b). Kehadiran ganggang di kolam limbah merupakan salah satu faktor yang paling menentukan kinerja kolam fakultatif. Kolam ini juga efektif dalam penurunan nilai fecal coliform (FC). Dalam kebanyakan kasus, nilai FC efluen densitasnya kurang dari 200 FC/100 ml.
Proses Perancangan
Rumus yang digunakan untuk merencanakan kolam fakultatif menggunakan beberapa data operasional disajikan dalam panduan manual perancangan (USEPA, 1974b). Perhitungan dan ilustrasi dari ukuran kolam fakultatif memuat loading rate, persamaan Gloyna, persamaan Marais-Shaw, model aliran, dan persamaan Wehner-Wilhelm. Kemudian untuk perancangan parsial-mix aerated lagoon dijelaskan pada bagian lain (WPCF, 1990). Pada  bagian ini akan dibahas mengenai metode perancangan loading rate area dan permodelan Wehner-Wilhelm.
a.      Perancangan Loading Rate Area
Prosedur perancangan biasanya didasarkan pada tingkat beban organik dan waktu tinggal hidrolik. Beberapa model empiris dan rasional untuk desain kolam fakultatif telah diusulkan. Beberapa metode desain yang diusulkan telah dibahas pada bagian lain (USEPA, 1983b). Loading Rate Area adalah metode desain yang paling konservatif dan dapat disesuaikan dengan standar spesifik. Berdasarkan suhu udara musim dingin rata-rata Loading Rate yang direkomendasikan dapat dilihat pada tabel 1 berikut (USEPA, 1974b).

Tabel 1 Loading Rates BOD5 untuk Kolam Fakultatif
Temperatur Udara Rata, oC
Kedalaman
BOD Loading Rate
m
ft
kg/(ha.d)
lb/(acre.d)
< 0
1,5-2,1
 5-7
 11-22
 10-20
0-15 (59o F)
1,2-1,8
 4-6
 22-45
 20-40
> 15
1,1
3,6
 45-90
 40-80
Luas permukaan yang diperlukan untuk kolam fakultatif ditentukan dengan membagi kandungan organik (BOD) dengan loading rate BOD yang tercantum pada Tabel sesuai suhu udara dimana kolam akan dibuat. Hali ini dapat dinyatakan sebagai persamaan berikut :
 Dimana,    A   =  Luas area yang dibutuhkan, ha atau acre
             BOD   =  Konsentrasi BOD pada influen, mg/L
                  Q   =  Laju alir influen, m3/d atau Mgal/d
                LR   =  Loading Rate BOD (dari tabel), kg/(ha.d) atau (lb/(acre/d)
            1000   =  Faktor konversi, 1000 g = 1 kg
             8,34   =  Faktor konversi, lb/Mgal.mg/L) = 8,34 lb
Loading Rate BOD pada kolam pertama dalam serangkaian kolam tidak boleh melebihi 100 kg / (ha . d) atau (90 lb / (acre . d) untuk iklim hangat dan musim dingin yang suhu udara rata-ratanya lebih besar dari 15o C (59o F); dan 40 kg / (ha . d) atau (36 lb / (acre . d) untuk suhu udara musim dingin rata-rata kurang dari 0o C (32o F).
CONTOH 1
Debit air limbah sebuah kota kecil yang direncanakan akan diolah dengan kolam fakultatif adalah 1100 m3/d (0,29 Mgal/d). BOD influen air limbah tersebut diperkirakan 210 mg/L. Suhu musim dingin rata-rata di kota tersebut adalah 10o C (50o F). Rancanglah kolam fakultatif threecell system dengan beban organik kurang dari 80 kg/ (ha . d) atau 72 lb/(acre . d) dalam sel primer. Kemudian perkirakan pula waktu tinggal hidrolik ketika kedalaman lumpur rata-rata 0,5 m dan terdapat kehilangan air akibat rembesan dan penguapan sebesar 2,0 mm air per hari.
Solusi :
Langkah 1.     Hitung luas area total yang dibutuhkan
                       Dari tabel 1 pilih nilai loading rate BOD
                   LR = 38 kg/(ha . d) ; nilai tersebut dipilih karena suhu udara berada pada 
                            0 – 15o C
                   Maka nilai A dapat dihitung,

       
Langkah 2.     Hitung luas area yang dibutuhkan untuk kolam pertama
                      Pilih nilai loading rate BOD 80 kg/(ha . d); nilai tersebut dipilih karena maksimal LR kolam pertama adalah 100 kg/(ha . d)
 Langkah 3.     Perancangan kolam fakultatif threecell system
                       Berdasarkan tabel 1, kedalaman air pada semua kolam diasumsikan 1,5 m
(a) Kolam I
Dengan memanfaatkan data A dan h, maka diperoleh dimensi kolam I yang dinyatakan sebagai P x L x h, yaitu 288 m (945 ft) x 100 m (328 ft) x 1,5 m (5 ft)
(b)2 Kolam lainnya
Luas masing-masing 2 kolam lainnya diperoleh dari,
= (60.800 – 28.800)/2 m2
= 16.000 m2
Sedemikian sehingga diperoleh P x L kolam adalah 144 m x 111 m sehingga, Layout kolam direncanakan sebagai berikut

Langkah 4.     Perkirakan waktu detensi hidrolik
(a) Hitung volume (V) penyimpanan (kedalaman lumpur rata-rata = 0,5 m)


(b) Hitung volume air yang hilang (V’)

(c) Hitung waktu detensi hidrolik (HRT)

CONTOH 2
Sebuah sistem lagoon terdiri dari dua sel yang tersusun seri. Setiap sel memiliki dimensi 110 m x 220 m (360 ft x 720 ft) dalam ukuran dengan kedalaman maksimum 1,64 m (5,4 ft) dan kedalaman minimal 0,55 m (1,8 ft). Laju Aliran air limbah adalah 950 m3/d (0,25 MGD) dengan BOD5 rata-rata 105 mg/L. Tentukanlah organic loading rate dan waktu detensi lagoon. (Suhu berkisar 10o C – 15o C)
Solusi :
Langkah 1.     Hitung nilai loading rate BOD
                      
                                                                                                        
Nilai loading rate yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan nilai loading rate pada tabel 1. Nilai yang diperoleh tersebut diterima karena berada pada rentang loading rate pada suhu 0o – 15o C.
Langkah 2.     Hitung waktu detensi (Td)
b.      Persamaan Wehner-Wilhelm
Wehner dan Wilhelm (1958) merupakan persamaan tingkat penyisihan substrat orde I  untuk reaktor yang memiliki pola aliran yang tidak teratur, yaitu pola plugflow dan pola complete-mix. Persamaan yang mereka usulkan yaitu sebagai berikut.
Dimana,    C   =  Konsentrasi substrat pada efluen, mg/L
                C­o   =  Konsentrasi substrat pada influen, mg/L
                  a   = 
                  k   =  konstanta reaksi orde I
                   t   =  Waktu detensi, h
                  D   =  Faktor dispersi, H/uL
                  H   =  Koefisien dispersi aksial, m2/h atau ft2/h
                  u   =  Kecepatan aliran, m/h atau ft/h
                  L   =  jarak yang ditempuh partikel, m atau ft
Persamaan Wehner-Wilhelm untuk aliran yang tidak beraturan diusulkan oleh Thirumurthi (1969) sebagai metode perancangan kolam fakultatif. Thirumurthi mengembangkan grafik yang dapat dilihat pada gambar 1 untuk membantu penggunaan persamaan nantinya. Dalam gambar 1 tersebut nilai kt  dihubungkan dengan nilai persen BOD5 penyisihan (C/Co) pada limbah untuk faktor dispersi yang bervariasi dari nol untuk reaktor plug-flow ideal hingga tak terbatas nilainya untuk reaktor complete-mix. Faktor dispersi untuk kolam stabilisasi berkisar dari 0,1 sampai 2,0, dengan sebagian besar nilai tidak melebihi 1,0 disebabkan syarat pencampuran. Nilai tipikal untuk keseluruhan tingkat penyisihan BOD5 orde I konstanta k bervariasi 0,05-1,0 per hari, tergantung pada proses pengoperasian dan karakteristik hidrolik dari kolam. Penggunaan persamaan untuk aliran yang tidak beraturan akan sulit, yaitu dalam pemilihan nilai k dan D. Nilai 0,15 per hari dianjurkan untuk k20 (USEPA 1984). Pengaruh suhu untuk menentukan nilai k dapat dijelaskan dalam persamaan berikut.

Gambar 1 Grafik hubungan kt dan persen BOD remaining berbagai faktor dispersi dari persamaan Wehner - Wilhelm

Dimana,   kT   =  Tingkatan reaksi pada suhu air minimum, per hari
               k20   =  Tingkatan reaksi pada suhu 20o C, per hari
                  T   =  Suhu minumum saat pengoperasian, oC
CONTOH
Rancanglah sebuah kolam fakultatif dengan menggunakan sitem Wehner – Wilhelm dan Thirumurthi dengan memanfaatkan data berikut ini.
Debit perancangan Q = 1100 m3/d (0,29 Mgal/d)
TSS Influen = 220 mg/L
BOD5 influen = 210 mg/L
BOD5 efluen = 30 mg/L
Orde I k  pada suhu 20o C = 0,22 per hari
Faktor dispersi kolam D = 0,5
Suhu air pada periode kritis = 1o C
Kedalaman kolam = 2 m (6,6 ft)
Kedalaman efektif = 1,5 m (5 ft)

Solusi :
Langkah 1.     Hitung persen BOD sisa pada efluen
                          
Langkah 2.     Hitung nilai  Kt
                      
        Langkah 3.     Tentukan nilai  dari Gambar 1
                               Pada C/Co = 14,3 % dan D = 0,5
Kt . t    = 3,1
Langkah 4.     Hitung waktu detensi pada perioda tahun kritis
                               t = 3,1 / (0,043 d-1)
                                 = 72 hari
Langkah 5.     Hitung volume kolam dan luas permukaan yang dibutuhkan
                               volume = Qt  = 1100 m3/d x 72 days
                                           = 79.200 m3
                               Area = Volume/efective depth  = 79.200 m3 / 1,5 m
                                        = 52.800 m3
                                        = 52.8 ha
                                        = 13,0 acres
Langkah 6.     Cek nilai loading rate BOD5

                                                                  
Langkah 7.     Tentukan daya yang dibutuhkan untuk surface aerator
     Asumsikan jika kapasitas aerator dalam transfer oksigen 2 kali nilai BOD per hari dan nilai kapasitas transfer aerator adalah 22 kg O2 /(hp . d)
                               kebutuhan O2 = 2 x 1100 m3/d x 210 g/m3 / 1000 g/kg
                                                       = 462 kg/d
                               Daya = 462 kg/d / 22 kg/hp . d
                                         = 21,0 hp
                                         = 15,7 kW
                               Gunakan 7 unit yang berkapasitas 3 hp
Langkah 8.     Cek nilai input daya untuk menghitung tingkat pengadukan
                               Power input = 15,7 kW/79,2 x 1000 m3
                                                   = 0,20 kW/1000 m3
                                                   = 0,0076 hp/1000 ft3
                              Catatan : pada pelaksanaannya, daya minimum untuk pengadukan berkisar antara 28 – 54 kW/1000m3 (1,06 – 2,05 hp/1000 ft3) (Metcalf dan Eddy, 1991).


Kolam Tersier
Kolam tersier juga disebut sebagai kolam pelengkap, terakhir atau kolam maturasi atau (pemasakan), merupakan tahap ketiga untuk mengolah efluen yang berasal dari proses lumpur aktif atau trickling filter. Kolam ini juga digunakan pada tahap kedua setelah proses di kolam fakultatif dan kolam aerobik.
Kedalaman air pada kolam tersier ini biasanya berkisar 1 – 1,5 m (3 – 4,5 ft). Loading Rate BODnya kecil dari 17 kg/ha . d atau 15 lb/acres . d. Sedangkan waktu detensinya relatif singkat, yaitu 4 hingga 15 hari.
2.   Kolam Aerob (Aerobic Ponds)
Kolam aerobik, juga disebut sebagai kolam aerobik tinggi tingkat. Kolam ini relatif dangkal dengan kedalaman biasanya berkisar antara 0,3 sampai 0,6 m (1 sampai 2 ft) sehingga memungkinkan cahaya untuk menembus lapisan air hingga bagian dasar kolam. Hal ini menjaga agar DO tersebar di seluruh bagian kolam. Hal ini meransang kinerja ganggang sehingga terjadinya kondisi anaerobik dapat dicegah. DO pada air berasal dari proses fotosintesis yang dilakukan oleh ganggang atau alga dan oksigen yang berasal dari permukaan kolam. Bakteri aerobik memanfaatkan dan menstabilkan kandungan organik dalam air limbah untuk memperoleh nutrisi. Waktu tinggal (Hidraulic Retention Time) di tambak adalah singkat, yaitu 3 sampai 5 hari.
Penggunaan kolam aerobik biasanya hanya terbatas pada daerah yang beriklim hangat dan cerah, terutama di mana tingkat tinggi penghapusan BOD diperlukan tapi ketersediaan lahan tidak terbatas. Namun, tingkat penurunan nilai kandungan koliform melalui pengolahan air limbah dengan kolam aerob ini adalah rendah.
3.   Kolam Anaerob (Anaerobic Ponds)
Kolam anaerobik biasanya relatif lebih dalam dan digunakan untuk mengolah limbah yang memiliki beban organik tinggi. Pada kolam anaerobik tidak terdapat adanya zona aerob. Kedalaman kolam anaerobik biasanya berkisar 2,5-5 m (8-16 ft). Waktu detensi berkisar antara 20 sampai 50 hari (USEPA 1983b).
Bakteri anaerob menguraikan bahan organik menjadi karbon dioksida dan metana. Prinsip dari reaksi biologi adalah pembentukan asam dan fermentasi metana. Proses ini mirip dengan yang terjadi pada  proses kondisi anaerobik pada pengolahan lumpur. Pada proses ini juga dihasilkan penyebab bau seperti asam-asam organik dan hidrogen Sulfida (H2S).
Kolam anaerobik biasanya digunakan untuk mengolah limbah pekat industri dan pertanian. Kolam ini telah digunakan sebagai pretreatment kolam fakultatif atau kolam aerobik untuk air limbah pekat industri dan limbah area domestik di daerah pedesaan yang memiliki beban organik yang tinggi, seperti sisa-sisa makanan. Namun kolam ini tidak terlalu banyak digunakan pada pengolahan air limbah kota.
Keuntungan dari kolam anaerobik dibandingkan dengan proses pengolahan aerobik adalah produksi lumpur yang rendah dan tidak memerlukan peralatan aerasi. Namun, kelemahannya adalah proses ini menghasilkan senyawa yang menyebabkan timbulnya bau. Oleh karena itu untuk menstabilisasi limbah dibutuhkan proses pengolahan lanjutan berupa proses aerobik. Pada proses dekomposisi senyawa organik, suhu yang terjadi pada kondisi anaerob ini relatif lebih tinggi.
Pada proses pengoperasian pada kondisi normal, untuk mencapai efisiensi penyisihan BOD minimal 75 persen, diperlukan loading rates sebesar 0,32 kg BOD/(m3 . d) atau 20 lb/(1000 ft3 . d), waktu detensi minimal 4 hari, dan suhu operasi minimum 24o C (75o F) (Hammer, 1986).[MN]

SUMBER : Lin, Shun Dar, and Lee, C. C. 2007 . Handbook of Environmental Engineering Calculation, 2nd Edition . New York : McGraw-Hill .
                    Gambar diambil dari http://www.pmu.gov.jo/Portals/0/s8.jpg

Kamis, 26 April 2012

26 Tahun Bencana Chernobyl

Padang. Chernobyl adalah sebuah kota tak berpenghuni di Ukraina utara, tepatnya di Oblast Kiev dekat dengan perbatasan Belarusia. Chernobyl terletak di koordinat 51°38′ LU 30°11′ BT. Kota ini ditinggal penduduknya akibat tingkat radiasi nuklir yang tinggi. Saat ini tingkat radiasi di kota ini masih dalam keadaan kritis, yaitu pada 5,6 roentgen per second (R/s) atau sekitar 0.056 Grays per second, atau Gy/s.

Kota ini ditinggalkan penghuninya semenjak tahun 1986 setelah bencana ledakan sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir yang terletak 14,5 km utara-barat laut. Kejadian tersebut lebih dikenal sebagai “Bencana Chernobyl”. Pembangkit tersebut dinamakan sesuai dengan nama kotanya, yakni terletak di Chernobyl Raion (distrik). Pada saat pembangunan pembangkit tersebut, sebuah kota kembar, Prypiat dibangun didekatnya untuk para pekerjanya.

"Bencana Chernobyl" atau kecelakaan reaktor nuklir Chernobyl, atau hanya disebut sebagai "Chernobyl", merupakan kecelakaan reaktor nuklir terburuk dalam sejarah. Pada tanggal 26 April 1986 pada pukul 01:23:40 pagi (UTC+3), terjadi ledakan reaktor nomor empat di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl. Akibatnya, partikel radioaktif dalam jumlah besar tersebar ke atmosfer di seluruh kawasan Uni Soviet bagian barat dan Eropa. Bencana nuklir ini dianggap sebagai kecelakaan nuklir terburuk sepanjang sejarah, dan merupakan satu dari dua kecelakaan yang digolongkan dalam level 7 pada Skala Kejadian Nuklir Internasional (kecelakaan yang lainnya adalah Bencana Fukushima Daiichi). Jumlah pekerja yang dilibatkan untuk menanggulangi bencana ini sekitar 500.000 orang, dan menghabiskan dana sebesar 18 miliar rubel dan mempengaruhi ekonomi Uni Soviet. Ribuan penduduk terpaksa diungsikan dari kota ini.

Hingga saat ini setiap tanggal 26 April pada pukul 01.23 warga selalu memperingati kejadian tersebut dengan meletakkan karangan bunga dan lilin di monumen korban Bencana Chernobyl. Upacara peringatan tersebut dilakukan di sebagian besar wilayah di rusia seperti di Ukraina, Slavutych, dan Belarus. Selain itu warga rusia yang berada di negara lain juga melakukan hal yang sama, seperti misalnya petenis puteri Maria Sarapova.

Akibat yang Ditimbulkan Radiasi Nuklir

Dampak radiasi menurut Dr. David J. Brenner, direktur Center for Radiological Research at Columbia University, tidak bersifat langsung. "Bisa berminggu kemudian baru muncul gejalanya," katanya.
Ia menyebutkan dampak radiasi pada tubuh tergantung pada material radioaktif yang dilepaskan dan durasi paparan. Level paparan yang tinggi bisa menyebabkan sindrom radiasi akut, bahkan kematian. Sindrom tersebut akan menimbulkan gejala mual, muntah, kelelahan, rambut rontok, serta diare.

Pada level yang lebih tinggi, korban yang terpapar bisa meninggal dalam hitungan minggu. "Penyebabnya adalah usus yang gosong," katanya.

Radiasi nuklir akan menganggu kemampuan sel untuk membelah diri dan berproduksi. Sel-sel di usus besar biasanya merupakan bagian tubuh yang paling cepat membelah diri. Demikian juga halnya dengan sel pembentuk darah di sumsung tulang yang sangat rentan terkena radiasi.

Sementara itu pada penduduk yang termasuk dalam kelompok risiko rendah, radiasi nuklir bisa memicu risiko kanker dalam beberapa tahun. Namun, hal ini juga tergantung pada lamanya paparan dan jenis radioaktif yang dikeluarkan reaktor nuklirnya.
Beberapa jenis material radioaktif ada yang dengan mudah diserap tubuh dan bertahan. Misalnya saja Iodin yang akan langsung diserap kelenjar tiroid atau strontium yang akan masuk tulang. Jenis radioaktif lainnya, seperti tritium, akan dengan cepat dikeluarkan tubuh.

Menurutnya, generasi yang paling rentan terinfeksi adalah anak-anak. Anak-anak berusia kurang dari 18 tahun, bayi, serta janin di dalam kandungan merupakan kelompok yang paling beresiko pada paparan radiasi karena sel-sel dalam tubuh mereka masih aktif membelah diri.

Wajah Chernobyl Sebelum dan Setelah Bencana

Dua puluh satu tahun lalu, tepatnya 26 April 1986 di Pripyat, sebuah kota berpenduduk 50.000 jiwa raktor nomor empat di Pembangkit Listrik Chernobyl meledak. Tigapuluh orang langsung tewas dalam ledakan dan kebakaran tersebut. Reaktor ini terbakar selama sepuluh hari dan mengkontaminasi sekitar 142 ribu kilometer persegi di utara Ukraina, selatan Belarusia dan wilayah Bryansk di Rusia. Dan inilah kecelakaan nuklir paling buruk di dunia.


Dalam jangka panjang bencana Chernobyl menyebabkan radiasi nuklir yang berimbas pada kondisi fisik penduduknya. Selain itu kondisi wilayah yang ditinggalkan akibat faktor radiasi yang masih tersisa di daerah ini. Video di atas memperlihatkan kondisi Chernobyl sebelum dan setelah kejadian.[MN]

Jumat, 20 April 2012

HARI BUMI 2012

“JANGAN PIKIRKAN LAGI APA YANG SUDAH HILANG
TAPI FOKUSLAH PADA APA YANG BISA KITA LAKUKAN SEKARANG”


Padang. Hari Bumi merupakan salah satu hari peringatan mengenai lingkungan yang diperingati setiap tahunnya untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi. Peringatan Hari Bumi diperingati secara bersamaan di seluruh dunia tepat pada tanggal 22 April. Peringatan hari bumi mulai diperingati sejak tahun 1970 oleh seorang pengajar lingkungan hidup yang juga merupakan senator di Amerika pada saat itu, Gaylord Nelson. Sebelumnya atas usulan seorang aktivis perdamaian John McConnell pada 1969, PBB juga telah melakukan peringatan Hari Bumi, namun peringatannya dilaksanakan pada tanggal 22 Maret bertepatan pada saat matahari tepat berada di atas khatulistiwa yang sering disebut Ekuinoks Maret.

Hari ini, 21 April 2012, Untuk kesekian kalinya setelah tahun 1970, esok masyarakat dunia memperingatinya sebagai Hari Bumi dengan berbagai aktivitas kebumian. Menanam pohon, car free day, atau lainnya.
Dalam momen memperingati hari bumi pada tahun ini, marilah kita renungi beberapa wacana berikut ini. Ambillah esensinya, pelajarannya, dan hikmahnya. Lalu, kitalah yang menentukan setelahnya.[mn]

Kehidupan, mukjizat di alam semesta, dimulai sekitar 4 miliar tahun lalu. Dan manusia hanya 200.000 tahun lalu. Tapi kita telah mampu mengganggu keseimbangan yang amat penting bagi hidup.

Di sinilah Anda. Manusia bijak, memasuki cerita. Anda dimodali warisan 4 miliar tahun. Anda baru berumur 200.000 tahun, tapi Anda sudah mengubah wajah bumi ini. Meskipun Anda memiliki kelemahan, Anda telah mengambil hak milik semua habitat dan menaklukkan banyak wilayah, lebih dari semua spesies yang pernah ada.

Diciptakannya pertanian membalikkan sejarah kita. Kurang dari 10.000 tahun lalu. Pertanian menjadi revolusi besar kita yang pertama. Hasilnya, keberlimpahan pertama dalam bentuk kota-kota dan peradaban. Pudarlah ingatan akan ribuan tahun mengais-ngais makanan. Setelah beras gandum menjadi benih kehidupan, kita menggandakan jumlah varietas dan belajar menyesuaikannya dengan tanah dan iklim kita.

Pertanian tetap merupakan profesi paling umum di bumi. Separuh umat manusia mengolah lahan tiga perempatnya dengan tangan. Pertanian seperti tradisi yang diturunkan dari generasi ke generasi dalam keringat dan kesukaran karena bagi manusia ini merupakan prasyarat untuk kelangsungan hidup.

Tapi setelah sekian lama menggunakan otot, manusia menemukan cara untuk memanfaatkan energi yang terkubur dalam di Bumi. Nyala api ini juga berasal dari tanaman. Kantung cahaya matahari. Energi murni. Energi matahari, yang tersimpan jutaan tahun oleh jutaan tanaman lebih dari 100 juta tahun lalu. Batubara. Gas bumi. Dan, terutama, minyak. Dan kantung cahaya matahari ini membebaskan manusia dari penderitaannya mengolah lahan.

Dengan minyak dimulailah era manusia yang lepas dari kungkungan sang waktu. Dengan minyak, sebagian dari kita memperoleh kenyamanan yang tak terbayangkan sebelumnya. Dan dalam 50 tahun, satu umur hidup saja, Bumi telah diubah drastis lebih daripada oleh seluruh generasi manusia yang sebelumnya. Lebih cepat dan lebih cepat.

Hari ini, lebih dari separuh dari 7 miliar penduduk dunia hidup di perkotaan. New York. Kota megapolitan pertama di dunia adalah simbol eksploitasi energi yang diberikan Bumi pada kejeniusan manusia. Tenaga kerja jutaan imigran, dan energi batu bara, kekuatan minyak yang tak terbelenggu. Amerika adalah yang pertama yang memanfaatkan kekuatan fenomenal dan revolusioner si "emas hitam".

Di ladang, mesin menggantikan manusia. Seliter minyak menghasilkan tenaga sebesar 100 pasang tangan selama 24 jam. Di Amerika Serikat, hanya tersisa 3 juta petani. Mereka memproduksi beras gandum untuk 2 miliar orang. Tapi sebagian besar beras gandum tersebut tidak digunakan untuk makanan manusia. Di sini, dan di semua negara industri lainnya, hasil pertanian diubah menjadi pakan hewan atau bahan bakar biodiesel.

Semakin sebuah negara berkembang, semakin banyak mengkonsumsi daging. Bagaimana memuaskan permintaan dunia yang meningkat tanpa harus membuat peternakan yang mirip kamp. konsentrasi? Lebih cepat dan lebih cepat. Seperti siklus hidup hewan ternak, yang mungkin tak pernah melihat padang rumput. Memproduksi daging lebih cepat dari hewan telah menjadi rutinitas harian. Di tempat makan hewan yang luas, yang dipijaki jutaan ternak ini, tak sebatan rumputpun tumbuh. Pasukan truk dari setiap sudut negeri membawa berton-ton beras gandum, makanan kedelai dan bebijian kaya protein yang akan menjadi berton-ton daging.

Hasilnya adalah butuh 100 liter air untuk menghasilkan 1 kg kentang, 4.000 liter untuk 1 kg beras dan 13.000 liter untuk sekilo daging sapi. Belum lagi minyak yang dibutuhkan dalam proses produksi dan transportasi. Pertanian kita telah ditenagai minyak bumi. Bisa memberi makan dua kali jumlah manusia di Bumi, tapi telah mengganti keanekaragaman dengan standardisasi. Telah memberikan kita kenyamanan yang dulu hanyalah mimpi, tapi membuat hidup kita sepenuhnya bergantung pada minyak.

Jam bumi kita kini berdetak mengikuti irama mesin yang tak kenal lelah menguras tenaga dari kantung cahaya matahari. Seluruh bumi mengikuti irama harapan dan ilusi kita ini. Harapan dan ilusi yang sama yang berkembang dari permintaan, dan keinginan kita yang tak pernah puas. Kita tahu bahwa akhir dari minyak murah sudah di ujung pintu, tapi kita menolak mempercayainya.


Di mana-mana, mesin menggali, mengebor, dan merenggut dari Bumi bagian dari bintang yang terkubur di kedalaman sejak penciptaannya... Mineral. Karena kekuasaan, 80% kekayaan mineral dikonsumsi oleh 20% populasi dunia. Sebelum akhir abad ini, penambangan berlebihan akan menghabiskan hampir seluruh cadangan bumi. Lebih cepat dan lebih cepat.


Kita belum menyadari bahwa kita menghabiskan apa yang disediakan alam. Sejak 1950, penangkapan ikan telah meningkat lima kali lipat dari 18 jadi 100 juta ton metrik per tahun. Ribuan kapal pabrik mengosongkan samudra. Tiga perempat tempat menangkap ikan telah kehabisan ikan, atau berisiko kehabisan. Hampir semua ikan besar telah ditangkap dan punah karena mereka tak sempat bereproduksi. Kita menghancurkan siklus kehidupan yang diberikan pada kita. Dengan laju seperti ini, semua stok ikan terancam habis. Ikan adalah makanan pokok seperlima umat manusia. Kita lupa bahwa sumber daya itu terbatas.
500 juta manusia hidup di padang pasir, lebih banyak dari total populasi Eropa. Mereka menghargai nilai air. Mereka mengerti mengirit air. Di sini, mereka bergantung pada sumur yang diisi oleh air fosil, yang terkumpul di bawah tanah saat hujan turun di padang pasir 25.000 tahun lalu. Air fosil juga yang membuat tanaman dapat tumbuh di padang pasir untuk menjadi makanan penduduk lokal. Air fosil sumber yang tak terbarukan.



Di Arab Saudi, mimpi bertani industri di padang pasir telah buyar. Seperti di atas peta, daerah yang warnanya terang adalah lahan yang terbengkalai. Peralatan irigasi masih ada di sana. Energi untuk memompa air pun ada. Tapi cadangan air fosil telah sangat kekurangan.

Israel mengubah padang pasir menjadi lahan pertanian. Walaupun rumah panas ini diirigasi setetes demi setetes, konsumsi air meningkat terus seiring dengan ekspor. Sungai Yordan yang dulu perkasa kini hanyalah aliran kecil. Airnya telah mengalir ke supermarket di seluruh dunia. dalam bentuk buah dan sayuran. Nasib sungai Yordan ini bukan satu-satunya. Di seluruh muka bumi, satu dari sepuluh sungai tak lagi mengalir sampai ke laut selama berbulan-bulan dalam setahun. Kehilangan air dari sungai Yordan, permukaan Laut Mati turun satu meter per tahun.

India berisiko menjadi negara yang paling menderita karena kekurangan air di abad mendatang. Irigasi besar-besaran telah memberi makan populasi yang meningkat dan 50 tahun terakhir, 21 juta sumur digali. Di banyak bagian negara, sumur harus terus digali lebih dalam untuk mencapai air. Di India Barat, 30% sumur telah ditinggalkan. Cadangan air di bawahnya telah kering. Cadangan air akan kembali terisi di musim hujan.

Ribuan kilometer dari India, 800 hingga 1.000 liter air dikonsumsi per orang per hari. Las Vegas dibangun di atas padang pasir. Jutaan orang hidup di sana. Ribuan lagi datang setiap bulan. Penduduknya termasuk yang paling banyak mengkonsumsi air di dunia. Palm Springs salah satu kota gurun lainnya dengan tanaman tropis dan padang golf. Berapa lama ilusi ini akan terus berlangsung? Bumi tidak sanggup menyusul.

20% populasi dunia mengkonsumsi 80% sumber alam. Dunia menghabiskan dana untuk militer 12 kali lebih banyak daripada untuk menolong negara berkembang 5.000 orang mati setiap hari karena air minum yang kotor. 1 miliar orang tidak memiliki akses ke air minum yang aman. Hampir 1 miliar orang akan kelaparan. Lebih dari 50% beras gandum yang diperdagangkan di seluruh dunia dipakai untuk pakan hewan atau bahan bakar. 40% lahan yang dapat ditanami mengalami kerusakan jangka panjang. Setiap tahun, 13 juta hektar hutan lenyap. 1 dari 4 mamalia, 1 dari 8 burung, 1 dari 3 amfibi terancam punah Spesies punah dengan kecepatan 1.000 kali lebih cepat dari kecepatan alaminya Tiga perempat tempat menangkap ikan telah kehabisan, atau amat berkurang. Suhu rata-rata 15 tahun terakhir tertinggi sepanjang sejarah. Es kutub 40% lebih tipis dibanding 40 tahun lalu. Akan ada setidaknya 200 juta pengungsi iklim tahun 2050. Biaya dari tindakan kita amat tinggi. Banyak yang harus membayar walau tidak terlibat aktif. Saya sudah pernah melihat kamp pengungsian sebesar kota besar, bermunculan di padang gurun. Berapa banyak lelaki, perempuan dan anak-anak yang akan tersingkir esok hari?

Kehidupan di Bumi yang benar-benar tak terbayangkan. Kita telah menciptakan fenomena yang tak terkendali. Sejak awal mula kita, air, udara, dan makhluk hidup terantai secara intim. Tapi akhir-akhir ini kita telah mematahkan rantai tersebut. Hadapilah fakta. Kita harus mempercayai yang kita tahu. Yang baru kita lihat adalah cerminan kelakuan manusia. Kita telah membentuk bumi sesuai rupa kita. Hanya ada sedikit waktu untuk berubah. Bagaimana abad ini bisa menanggung beban 9 miliar manusia jika kita menolak menanggung risiko segala sesuatu yang telah kita perbuat?

Tapi, sekarang, bukan waktunya lagi menjadi pesimis. Saatnya berkumpul bersama. Yang penting bukanlah yang sudah hilang, tapi apa yang tersisa. Kita masih memiliki separuh hutan dunia, ribuan sungai, danau, dan glasir, dan ribuan spesies yang masih hidup. Kita tahu bahwa solusinya sudah ada hari ini. Kita bisa berubah. Jadi tunggu apa lagi? Apa yang terjadi berikutnya kita sendiri yang memutuskan bersama-sama

HOME, 2009

Share

Twitter Facebook More
Blogger Bertuah